Kementerian Haji dan Umroh menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan ibadah haji pada tahun 2026 ini. Setelah melaksanakan puncak ibadah haji, para jemaah haji secara bertahap dipulangkan ke Indonesia melalui Jeddah dan juga Madinah. Bersamaan dengan proses kepulangan itu, petugas Amirul Hajj tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada sekitar pukul 11 Waktu Indonesia Barat.
Di antara petugas yang tiba terdapat Menteri Haji, Muhammad Irfan Yusuf, dan Sekretaris Amirul Hajj, Ilfi Nurdiana. Selama berlangsungnya ibadah haji di Tanah Suci, Amirul Hajj bertanggung jawab atas upaya diplomasi, pengawasan, dan perlindungan jemaah, serta memberikan evaluasi dan rekomendasi terkait pelaksanaan haji, terutama untuk penyelenggaraan pada tahun ini.
Untuk tahun ini, rangkaian ibadah haji dinyatakan berjalan dengan baik dan lancar. Hingga saat ini sudah ada 120 kloter jemaah haji yang tiba kembali di Tanah Air, atau kurang lebih 22 persen dari kloter yang berangkat ke Tanah Suci. Pemulangan dilakukan dari Jeddah menuju Jakarta, sementara sebagian kloter masih dalam proses dari Mekah ke Madinah, dan kloter terakhir diperkirakan kembali ke Tanah Air pada 1 Juli.
Menteri Haji Muhammad Irfan Yusuf menilai bahwa secara umum seluruh proses ibadah haji telah dilaksanakan sesuai dengan yang dijadwalkan dan direncanakan. Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah titik yang harus ditingkatkan lagi untuk pelaksanaan haji tahun depan, sehingga evaluasi tetap diperlukan meski penyelenggaraan dinilai berjalan baik.
Catatan utama dari pelaksanaan tahun ini, menurut Menteri Haji, ada pada faktor kesehatan. Penerapan SOP istitaah kesehatan tahun ini diperketat, sehingga banyak calon jamaah yang tidak bisa berangkat karena ketentuan tersebut. Bahkan, ketika sudah sampai di embarkasi pun dilakukan pemeriksaan ulang, dan sekitar 345 calon jamaah dianggap tidak layak atau tidak istitaah sehingga akhirnya dipulangkan.
Selain itu, setelah tiba di Arab Saudi pun masih ditemukan beberapa jamaah yang sebetulnya kurang layak dari sisi kesehatan. Menteri Haji menyebut ada daerah yang sudah baik dalam penerapan istitaah kesehatan, namun ada pula daerah lain yang dinilai kurang baik, sehingga hal tersebut akan menjadi salah satu perhatian utama bagi kementerian ke depan.
Catatan kesehatan berikutnya berkaitan dengan pelayanan kesehatan bagi jemaah selama di Arab Saudi. Di sana terdapat Klinik Kesehatan Haji Indonesia atau KKHI yang beroperasi di Mekah maupun Madinah. Di bawah KKHI juga terdapat klinik satelit, dan selain itu di setiap hotel tempat jemaah menginap disediakan klinik tersendiri untuk menunjang pelayanan kesehatan jemaah.
