LIVE PROTOCOL
EET--:--:-- edition--.--.--

Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo terjadi di barat laut Sulawesi Utara, BMKG keluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah

Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo terjadi di barat laut Sulawesi Utara, BMKG keluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah

Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo terjadi pada pukul 06.37 WIB di sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 47 kilometer. BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami dengan status siaga dan waspada untuk sejumlah wilayah. Guncangan terasa kuat dan cukup lama di Manado, sementara warga di Kepulauan Sangihe melanjutkan aktivitas seperti biasa.

Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo terjadi pada sekitar pukul 06.37 Waktu Indonesia Barat di wilayah utara Indonesia. Menyusul kejadian tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi tsunami. Kekuatan gempa yang besar membuat kejadian ini langsung menjadi perhatian utama, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Sulawesi Utara.

Berdasarkan data yang disampaikan, pusat gempa berada pada koordinat 5,79 derajat lintang utara dan 125,14 derajat bujur timur. Titik tersebut berjarak sekitar 244 kilometer di sebelah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara. Gempa terjadi pada kedalaman 47 kilometer di bawah permukaan.

Sekitar pukul 06.51 WIB, sejumlah daerah dinyatakan berstatus siaga dan sebagian lainnya berstatus waspada terkait potensi tsunami. Menurut informasi BMKG, apabila tsunami benar-benar terjadi, potensinya diperkirakan berlangsung hingga sekitar pukul 07.09 WIB. Otoritas pun mengeluarkan rekomendasi agar dilakukan tindakan evakuasi di wilayah yang berstatus siaga.

Di Kota Manado, Sulawesi Utara, guncangan gempa dilaporkan terasa cukup kuat dan berlangsung cukup lama. Meski demikian, hingga laporan disampaikan, kondisi di kota tersebut masih relatif stabil dan tenang. Belum ada informasi resmi mengenai apakah pemerintah akan mengambil tindakan tertentu sebagaimana rekomendasi yang muncul melalui aplikasi peringatan dini.

Informasi mengenai potensi tsunami ini disikapi dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat pesisir. Di wilayah Kepulauan Sangihe, tepatnya di Tahuna, masyarakat dilaporkan tetap melanjutkan aktivitas seperti biasa. Warga di kawasan kepulauan tersebut terbilang sudah terbiasa menghadapi gempa, mengingat wilayah Kepulauan Sangihe dan Talaud kerap kali mengalami guncangan.

Hingga saat laporan disampaikan, belum diperoleh informasi resmi mengenai adanya gelombang atau kenaikan air laut di wilayah pesisir Tahuna. Aktivitas warga di sana disebut masih berlangsung normal, meskipun guncangan gempa yang dirasakan tergolong kuat dan cukup lama.

Gempa berkekuatan besar umumnya diikuti oleh gempa susulan. Namun, hingga pemantauan dilakukan, kondisi di Manado dan sekitarnya disebut masih dalam keadaan stabil dan tenang. Belum ada laporan mengenai kerusakan di wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa, dan pengumpulan data serta pembaruan informasi mengenai dampak gempa ini masih terus dilakukan.

Loading article...