Pemerintah Indonesia memastikan seluruh fasilitas dan pelayanan siap menyambut jemaah haji gelombang kedua di Madinah. Untuk memastikan kesiapan tersebut, Wakil Menteri Haji dan Umroh Republik Indonesia, Daniel Anzar Simanjuntak, meninjau langsung sejumlah hotel yang akan ditempati para jemaah.
Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan akomodasi menjelang kedatangan sekitar 100 ribu jemaah yang akan bergerak dari Makkah menuju Madinah. Perpindahan jemaah ini dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai 7 Juni 2026.
Sebanyak 16.904 jemaah haji reguler Indonesia akan menempati hotel bintang 4 dan 5 yang berlokasi dekat dengan Masjid Nabawi. Lokasi hotel yang berdekatan dengan masjid menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam penyediaan akomodasi tahun ini.
Menurut Daniel, penyelenggaraan haji tahun ini mencatatkan peningkatan pelayanan yang signifikan. Sebab, untuk pertama kalinya, belasan ribu jemaah haji reguler dapat menikmati hotel dengan standar tinggi sekaligus akses yang dekat ke Masjid Nabawi.
Selain itu, pemerintah memberikan prioritas kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan untuk menempati hotel yang paling dekat dengan kawasan Masjid Nabawi. Kebijakan ini ditujukan agar kelompok yang paling membutuhkan mendapatkan kemudahan akses.
Daniel menyebut bahwa pengaturan hotel tahun ini terbilang berbeda. Ia menegaskan bahwa baru kali ini dalam sejarah penyelenggaraan haji Indonesia, jemaah yang totalnya sekitar 16.904 orang dapat menikmati hotel berbintang 5 dan bintang 4.
Tidak hanya soal akomodasi, pembahasan juga difokuskan pada peningkatan koordinasi penanganan pasien, proses rujukan antarumah sakit, pertukaran data dan rekam medis, hingga skema pemulangan pasien. Seluruh proses itu diupayakan agar dapat berjalan lebih cepat dan terintegrasi bagi para jemaah.
