Sebuah kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di bantaran rel Jalan Citarum, kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Seperti dilaporkan tvOne News, sejumlah rumah yang berdiri berdempetan di lokasi tersebut ludes dilalap api dalam waktu yang relatif singkat, sehingga menimbulkan korban jiwa serta sejumlah warga yang mengalami luka bakar.
Berdasarkan informasi awal, kebakaran tersebut diduga dipicu oleh kebocoran tabung gas LPG di salah satu rumah warga. Api yang muncul kemudian dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan-bangunan di sekitarnya, mengingat rumah-rumah di kawasan itu berdiri saling berdekatan dan padat satu sama lain.
Kobaran api yang seketika mengganas membuat para penghuni rumah panik. Mereka berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri agar tidak terjebak di dalam bangunan yang terbakar. Situasi di lokasi sempat berlangsung kacau ketika warga berupaya menjauh dari pusat api yang terus meluas dengan cepat.
Suasana di lokasi kejadian semakin mencekam karena terdengar beberapa kali suara ledakan di tengah berkobarnya api. Ledakan beruntun itu menambah kepanikan warga sekitar yang berusaha menyelamatkan diri sekaligus menyaksikan rumah-rumah mereka dilalap api tanpa bisa berbuat banyak untuk memadamkannya.
Dalam waktu singkat, amukan si jago merah menghanguskan sedikitnya enam rumah yang berada di bantaran rel tersebut. Lokasi permukiman yang berada di sempadan dan dipenuhi bangunan rapat membuat api mudah merembet dari satu rumah ke rumah lainnya, sehingga kerusakan yang ditimbulkan cukup luas di kawasan padat itu.
Tak hanya menimbulkan kerugian material, kebakaran ini juga memakan korban jiwa. Seorang pria lanjut usia dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut, sementara lima warga lainnya mengalami luka bakar. Para korban yang terluka langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis atas luka yang mereka derita.
Peristiwa ini kembali menyoroti besarnya risiko kebakaran di permukiman padat yang berada di bantaran, terutama yang berkaitan dengan penggunaan tabung gas LPG di rumah tangga. Setelah api berhasil dikendalikan, warga yang kehilangan tempat tinggal serta para korban luka menjadi perhatian utama, sembari menanti penanganan lebih lanjut atas musibah yang menimpa kawasan tersebut.
