Demam pesta sepak bola dunia 2026 tidak hanya terasa di kota-kota besar, tetapi juga sampai ke pelosok desa. Salah satunya adalah sebuah desa di Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, yang disulap warganya menjadi kampung bola dalam rangka meramaikan perhelatan akbar sepak bola dunia tahun ini.
Kampung bola tersebut berada di Desa Pambusuang. Nuansa sepak bola sudah terasa sejak pintu masuk desa, karena gerbang yang berada tepat di Jalan Trans Sulawesi diberi tulisan sambutan Selamat datang di kampung bola. Sapaan itu langsung menyambut setiap orang yang melintas dan menjadi penanda bahwa desa ini tengah larut dalam suasana pesta sepak bola dunia.
Memasuki kawasan desa, suasana semakin terasa meriah dengan kehadiran puluhan bendera negara peserta laga kejuaraan sepak bola dunia. Bendera-bendera beragam ukuran itu berkibar di depan rumah-rumah warga dan terpasang di sepanjang lorong-lorong permukiman, menciptakan pemandangan yang berbeda dari hari-hari biasa di desa tersebut.
Yang menarik, ukuran bendera yang dipasang warga sangat bervariasi, mulai dari panjang sekitar satu meter hingga mencapai sembilan meter. Beragamnya ukuran bendera ini membuat suasana kampung bola terlihat semakin semarak, sekaligus menunjukkan kreativitas dan kebersamaan warga dalam menyemarakkan ajang sepak bola dunia.
Tidak hanya bendera, sejumlah rumah warga juga dihias dengan gambar bertema pesta sepak bola dunia, termasuk figur para pemain sepak bola favorit. Hiasan-hiasan tersebut menambah semarak tampilan desa dan memperlihatkan betapa antusiasnya warga dalam menyambut dan mengikuti jalannya turnamen sepak bola tingkat dunia.
Pesta sepak bola dunia kali ini benar-benar disambut meriah oleh warga Desa Pambusuang dari berbagai kalangan. Antusiasme terlihat mulai dari kalangan anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga para ibu rumah tangga. Kemeriahan yang dibangun bersama ini menjadikan kampung bola sebagai salah satu wujud euforia masyarakat desa terhadap pesta sepak bola dunia 2026.
