Sebuah forum diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, berubah ricuh pada Senin malam dan berujung pada evakuasi sejumlah pejabat pemerintah oleh petugas keamanan. Acara yang semula berlangsung sebagai ruang dialog itu berakhir dengan ketegangan, ketika suasana mendadak tidak lagi kondusif di tengah aksi para mahasiswa.
Diskusi tersebut digelar di Joglo, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada, dan diberi tajuk Forum Kopdar. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, di antaranya Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko.
Menurut keterangan yang dihimpun, forum pada awalnya berjalan aman dan lancar. Namun situasi berubah drastis ketika para mahasiswa tiba-tiba naik ke atas panggung. Kondisi yang dinilai tidak kondusif itu kemudian membuat petugas keamanan mengambil langkah untuk mengevakuasi para pejabat dari lokasi acara.
Ketegangan mereda setelah Nusron Wahid dan Sudaryono berhasil meninggalkan kampus UGM dengan menumpang mobil patwal polisi di tengah pengawalan yang ketat. Sebelumnya, dalam rangkaian kejadian itu, Budiman Sudjatmiko juga sempat dievakuasi petugas keamanan saat dikejar oleh sekelompok mahasiswa.
Meski para pejabat telah meninggalkan lokasi, massa mahasiswa tetap bertahan di kampus untuk melanjutkan orasi mereka. Dalam aksinya, mahasiswa menyuarakan sejumlah keresahan, termasuk mempertanyakan kondisi masyarakat di tengah persoalan kemiskinan serta mengkritik prioritas pemerintah, salah satunya terkait program makan bergizi gratis.
Di sisi lain, para pejabat menyampaikan bahwa kedatangan mereka dimaksudkan untuk berdialog secara demokratis dan terbuka terhadap berbagai pertanyaan. Mereka menyebut bahwa acara sempat berjalan dengan baik, namun kemudian terganggu oleh sekelompok orang yang dinilai tidak menginginkan jalannya diskusi tersebut.
Insiden di salah satu kampus terkemuka di Indonesia itu memperlihatkan ketegangan antara pejabat pemerintah dan mahasiswa dalam menyikapi sejumlah kebijakan. Pihak kampus maupun aparat keamanan memastikan para pejabat dapat meninggalkan lokasi dengan selamat, sementara aspirasi mahasiswa terus disuarakan di lingkungan kampus.
