Ruas Jalan Randublatung-Cepu di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kembali menjadi perhatian setelah kondisinya yang rusak di sejumlah titik. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah memastikan ruas tersebut akan mendapatkan alokasi anggaran perbaikan pada tahun ini, sehingga penanganannya tidak lagi sebatas perawatan darurat.
Meski anggaran sudah dipastikan, penanganan permanen belum dapat langsung dikerjakan secara menyeluruh. Untuk sementara, Dinas PUPR Jawa Tengah masih melakukan tambal sulam di sejumlah titik kerusakan agar jalan tetap dapat dilalui kendaraan sembari menunggu pengerjaan utama dimulai.
Menurut rencana, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas PUPR akan menyelesaikan kerusakan jalan sepanjang 2,6 kilometer. Untuk keperluan tersebut disiapkan tambahan alokasi anggaran sebesar Rp28,7 miliar yang difokuskan pada perbaikan ruas yang selama ini dikeluhkan oleh para pengguna jalan.
Perhatian terhadap kondisi Ruas Jalan Randublatung-Cepu sempat meningkat setelah pernyataan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi yang sempat viral beberapa waktu lalu. Sorotan publik terhadap kondisi jalan itu menempatkan ruas penghubung tersebut sebagai salah satu prioritas penanganan di wilayah Blora.
Petugas lapangan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY, Sumindar, menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan penambalan menggunakan aspal di titik-titik kerusakan. Pekerjaan itu dilakukan secara bertahap mengikuti sebaran kerusakan yang terdapat di sepanjang ruas jalan tersebut.
Penambalan tersebut, menurut Sumindar, dikerjakan sebagai langkah sementara untuk menutup lubang dan kerusakan permukaan jalan. Tujuan utamanya adalah memastikan para pengendara dapat melintas dengan lebih aman sebelum perbaikan permanen sepanjang 2,6 kilometer benar-benar dituntaskan.
Dengan kepastian tambahan anggaran sebesar Rp28,7 miliar, perbaikan menyeluruh Ruas Jalan Randublatung-Cepu diharapkan dapat menjawab keluhan warga dan pengguna jalan yang selama ini melintasi jalur penghubung penting di wilayah Kabupaten Blora tersebut.
