Militer Israel kembali disebut melanggar kesepakatan internasional. Hal itu terjadi setelah tank Merkava milik Israel terekam bergerak masuk ke wilayah barat daya Suriah.
Dalam aksinya, pasukan Israel secara terang-terangan bergerak maju memasuki kawasan Quneitra dan Abu Kubais. Pergerakan tersebut menambah ketegangan di wilayah perbatasan.
Aksi ini dinilai jelas melanggar perjanjian pelepasan tahun 1974. Perjanjian itu merupakan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Suriah yang mengharuskan adanya zona bebas militer atau zona penyangga, khususnya di kawasan perbatasan dataran tinggi Golan.
Menurut laporan media lokal, penerobosan tersebut dilakukan oleh sejumlah tentara Israel. Mereka disebut bergerak dengan dikawal ketat oleh dua unit tank.
Bahkan, sehari sebelumnya, pasukan Israel dikabarkan telah lebih dahulu memasuki Desa Al-Aridah di kawasan Dar'a. Hal ini menunjukkan pergerakan yang dilakukan secara bertahap di wilayah tersebut.
Ekspansi semacam ini disebut terus dilakukan sejak pemerintahan transisi Suriah mengambil alih kekuasaan. Pemerintahan transisi tersebut kini dipimpin oleh Presiden sementara Ahmed Al-Shara, yang berkuasa sejak Desember 2024.
