avalw
⚲
BUSINESS · ID

Emas Kini Bisa Dibeli di Bursa: Menyelami Debut ETF Emas Syariah Indonesia

Wulan Setiawan Wulan Setiawan wulansetiawan.avalw.com · 359 reads Respect0 Save Share Read only
READS33live count PUBLISHED21 Sept2026 READING TIME4 min765 words LANGUAGEIndonesian
AI CITATIONS? Gathering data

Selama ini masyarakat Indonesia menyimpan emas dalam bentuk perhiasan atau batangan. Kini muncul cara baru, yakni membeli emas lewat bursa saham melalui ETF emas syariah. Berikut ulasan lengkap tentang terobosan investasi ini.

ALSO ON THE CREATOR SITERead this on wulansetiawan.avalw.comOpen

Bagi banyak keluarga di Indonesia, emas bukan sekadar logam mulia, melainkan simbol tabungan dan rasa aman. Sudah menjadi kebiasaan turun-temurun untuk menyimpan kekayaan dalam bentuk perhiasan yang dikenakan, atau batangan yang disimpan rapat di lemari. Namun kini, ada babak baru dalam cara masyarakat memiliki emas, sebuah cara yang tidak lagi mengharuskan kita menggenggam wujud fisiknya secara langsung.

Terobosan di Bursa

Terobosan itu bernama ETF emas, atau reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif yang diperdagangkan di bursa. Menurut laporan yang dikutip, produk pertama jenis ini adalah Trimegah Syariah Exchange Traded Fund Emas dengan kode XTRA, yang diterbitkan oleh PT Trimegah Asset Management dan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 10 Agustus 2026. Kehadirannya menandai tonggak penting bagi upaya memperdalam pasar modal dalam negeri.

Yang menarik, produk perdana ini dilaporkan tidak berjalan sendirian, melainkan diikuti oleh sejumlah ETF emas syariah lain yang turut tercatat, seperti yang berkode XGLD, XMES, serta XDES. Kehadiran beberapa produk sekaligus ini menunjukkan bahwa minat terhadap instrumen investasi emas berbasis bursa cukup tinggi, sekaligus memberi pilihan yang lebih beragam bagi para calon investor di Tanah Air.

Lalu bagaimana sebenarnya cara kerja instrumen ini. Secara sederhana, ETF emas ini ditopang oleh emas fisik yang nyata. Berdasarkan laporan, PT Pegadaian bertindak sebagai bank emas yang menerbitkan surat bukti kepemilikan emas secara elektronik, sementara PT Bank HSBC Indonesia berperan sebagai bank kustodian. Dengan begitu, investor bisa membeli dan menjual eksposur emas secara langsung melalui rekening efek layaknya memperjualbelikan saham biasa.

Sesuai Prinsip Syariah

Salah satu daya tarik utama dari produk-produk ini adalah kesesuaiannya dengan prinsip syariah. Menurut laporan, instrumen XTRA telah mengantongi restu resmi dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia, serta beroperasi di bawah payung Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 2 Tahun 2026. Hal ini menjadikannya pilihan yang menenangkan bagi para investor yang selama ini menginginkan cara berinvestasi emas yang sejalan dengan keyakinan mereka.

Aspek kepatuhan syariah ini bukanlah perkara sepele di negeri dengan populasi muslim yang begitu besar. Selama ini, tidak sedikit orang yang ragu untuk masuk ke instrumen pasar modal tertentu karena kekhawatiran soal kehalalannya. Dengan adanya sertifikasi dan pengawasan yang jelas, ETF emas syariah diharapkan mampu merangkul segmen masyarakat yang lebih luas untuk mulai berinvestasi secara lebih modern dan tertata.

Gelombang Investor Ritel

Bagi banyak keluarga Indonesia, emas telah lama menjadi simpanan berharga. Kini bentuknya bertambah, tidak lagi sebatas fisik (ilustrasi).
Bagi banyak keluarga Indonesia, emas telah lama menjadi simpanan berharga. Kini bentuknya bertambah, tidak lagi sebatas fisik (ilustrasi).

Kemunculan produk ini datang di tengah gelombang antusiasme investor ritel yang luar biasa. Berdasarkan data yang dilaporkan, basis investor ritel di Indonesia telah menembus angka sekitar 28 juta, sementara penghimpunan dana di pasar modal domestik melampaui 125 triliun rupiah, atau setara kurang lebih 7,86 miliar dolar Amerika Serikat, hanya dalam paruh pertama tahun 2026 saja. Angka-angka ini mencerminkan kepercayaan yang terus tumbuh.

Yang tak kalah menarik adalah pola pertumbuhannya. Sepanjang 2026, jumlah total rekening efek atau Single Investor Identification dilaporkan melonjak sekitar 47,63 persen, sementara rekening khusus saham hanya tumbuh sekitar 17 persen. Ini berarti sebagian besar pertumbuhan justru terjadi di luar instrumen saham, sebuah pertanda bahwa masyarakat kian melirik pilihan investasi lain, termasuk emas dan produk berbasis pendapatan tetap.

Kenapa Emas Tetap Digemari

Pertanyaannya, mengapa emas tetap begitu digemari hingga hari ini. Jawabannya terletak pada reputasinya yang telah teruji zaman sebagai aset pelindung nilai. Di saat ketidakpastian ekonomi melanda, emas kerap menjadi tempat berlindung yang dianggap aman. Secara global pun, tren ini terlihat jelas, dengan total aset ETF emas dunia dilaporkan mencapai sekitar 559 miliar dolar yang mewakili sekitar 4.025 metrik ton emas pada tahun 2025.

Kelebihan dan Pertimbangan

Dibandingkan menyimpan emas fisik, membeli lewat ETF menawarkan sejumlah kelebihan. Investor tidak perlu lagi pusing memikirkan tempat penyimpanan yang aman atau risiko kehilangan, bisa membeli dalam nominal yang relatif kecil dan terjangkau, serta menikmati kemudahan mencairkannya kapan saja selama jam bursa. Pencatatan yang transparan pun membuat nilai investasi bisa dipantau secara langsung dan real time.

Meski demikian, calon investor tetap perlu bersikap bijak dan tidak terburu-buru. Harga emas tetaplah berfluktuasi, naik dan turun mengikuti dinamika pasar global, sehingga keuntungan sama sekali tidak dijamin. Selain itu, ada pula biaya pengelolaan yang perlu diperhitungkan. Memahami betul karakter produk sebelum membeli, serta tidak menaruh seluruh dana pada satu jenis aset, adalah kunci berinvestasi yang sehat.

Masa Depan Pasar Emas

Menengok ke depan, geliat pasar ini tampaknya masih akan terus berlanjut. Menurut laporan, sedikitnya tujuh perusahaan manajemen aset, termasuk di antaranya BRI Manajemen Investasi dan Batavia Prosperindo Asset Management, telah mengajukan permohonan awal untuk menerbitkan produk ETF emas tambahan. Ini menandakan bahwa persaingan yang sehat di segmen ini berpotensi menghadirkan lebih banyak pilihan bagi masyarakat.

Pada akhirnya, hadirnya ETF emas syariah adalah kabar baik yang memperkaya khazanah investasi di Tanah Air. Ia menjembatani kecintaan masyarakat pada emas dengan kemudahan teknologi pasar modal modern. Namun seperti halnya semua keputusan finansial, kuncinya tetap sama, yakni memahami produk, mengenali profil risiko diri sendiri, dan menjadikan emas sebagai salah satu bagian dari perencanaan keuangan yang matang.

0 responses
No responses yet. Be the first to add one.
Wulan Setiawan
Follow this desk
Wulan Setiawan
Create a free account to follow Wulan Setiawan. New stories land in your feed, and you can save any of them to your own reading lists.
Your library & lists →
Wulan Setiawan
WRITTEN BY THE AUTHOR
Wulan Setiawan 2026-09-21 · 4 min read · 33 reads
View profile →
VERIFY THIS STORY
ASK AI
Wulan Setiawan Keep subscribing to Wulan SetiawanHer next filing reaches you the moment it publishes, on her own subdomain.
Up next
More
Statistics Search Become a creator Alliances About Terms Privacy