avalw
⚲
TECH · ID

Menuju seratus miliar dolar: bagaimana ekonomi digital Indonesia terus melaju

Budi Hidayat Budi Hidayat budihidayat.avalw.com · 533 reads Respect0 Save Share Read only
READS21live count PUBLISHED21 Sept2026 READING TIME3 min623 words LANGUAGEIndonesian
AI CITATIONS? Gathering data

Ekonomi digital Indonesia diperkirakan mendekati seratus miliar dolar pada 2025, menjadikannya yang terbesar di Asia Tenggara. Didorong oleh e-commerce dan ledakan belanja lewat video, inilah kisah sebuah transformasi ekonomi yang luar biasa.

ALSO ON THE CREATOR SITERead this on budihidayat.avalw.comOpen

Di balik layar ponsel yang kini hampir selalu berada dalam genggaman tangan jutaan orang, sebuah transformasi ekonomi yang luar biasa sedang terus berlangsung di Indonesia. Aktivitas belanja, membayar, hingga memesan berbagai layanan secara daring telah tumbuh sedemikian pesatnya, sehingga membentuk apa yang kini dikenal luas sebagai ekonomi digital, sebuah kekuatan baru yang terus membesar dari tahun ke tahun.

Raksasa digital Asia Tenggara

Menurut laporan yang kerap menjadi rujukan utama di kawasan ini, Indonesia telah semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemilik ekonomi digital terbesar di seluruh Asia Tenggara. Capaian ini sebenarnya bukanlah hal yang mengejutkan, mengingat jumlah penduduk yang sangat besar serta tingkat penggunaan internet yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

Laporan tersebut, yang disusun oleh sejumlah lembaga ternama secara bersama-sama, memberikan sebuah gambaran yang cukup menyeluruh mengenai perkembangan sektor ini. Berdasarkan data yang disajikan di dalamnya, pertumbuhan ekonomi digital di negeri ini didorong oleh lonjakan pada berbagai bidang sekaligus, mulai dari perdagangan hingga pembayaran secara elektronik.

Menuju seratus miliar dolar

Angka yang paling menyita perhatian dari keseluruhan laporan tersebut berkaitan erat dengan nilai total transaksi. Seperti yang dilaporkan, ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan mencapai nilai transaksi bruto yang mendekati angka seratus miliar dolar Amerika Serikat sepanjang tahun 2025, sebuah pencapaian yang tentu saja sangat mengesankan.

Besarnya angka tersebut memberikan sebuah gambaran yang nyata mengenai skala aktivitas digital di negeri ini. Menurut para pengamat, nilai sebesar itu mencerminkan betapa dalamnya teknologi digital kini telah merasuk ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, sekaligus mengubah cara mereka dalam berbelanja dan melakukan berbagai transaksi.

E-commerce tetap menjadi raja

Setiap paket yang dikirim mencerminkan pergeseran besar dalam cara masyarakat Indonesia berbelanja di era digital saat ini.
Setiap paket yang dikirim mencerminkan pergeseran besar dalam cara masyarakat Indonesia berbelanja di era digital saat ini.

Di antara berbagai sektor yang menyusun ekonomi digital, ada satu bidang yang tetap konsisten menjadi penggerak utamanya. Berdasarkan data yang ada, sektor perdagangan elektronik atau yang lebih dikenal sebagai e-commerce diperkirakan tumbuh lebih dari 14 persen hingga mencapai nilai sekitar 71 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun ini.

Dominasi sektor ini dengan jelas menunjukkan bahwa kebiasaan berbelanja masyarakat telah bergeser secara nyata. Seperti yang dijelaskan, semakin banyak orang yang kini lebih memilih untuk memenuhi berbagai kebutuhan mereka melalui beragam platform daring, dan mulai meninggalkan sebagian cara belanja konvensional yang selama ini biasa mereka lakukan.

Ledakan belanja lewat video

Salah satu tren yang paling menarik dan berkembang paling pesat adalah munculnya sebuah cara berbelanja yang benar-benar baru. Menurut laporan, transaksi melalui apa yang disebut sebagai video commerce, yaitu belanja yang dilakukan sambil menonton siaran langsung atau video, melonjak hingga sekitar 90 persen dan mencapai jumlah sekitar 2,6 miliar transaksi.

Pertumbuhan yang begitu cepat ini juga turut tercermin dari jumlah penjualnya. Berdasarkan data yang tersedia, jumlah penjual dan toko daring yang aktif melonjak sekitar 75 persen hingga mencapai angka sekitar 800 ribu, menjadikan Indonesia sebagai pasar video commerce terbesar sekaligus yang paling cepat berkembang di seluruh kawasan Asia Tenggara.

Bagian dari gelombang kawasan

Capaian yang diraih Indonesia ini sesungguhnya merupakan bagian dari sebuah gelombang yang jauh lebih besar di tingkat kawasan. Seperti yang disebutkan dalam laporan, ekonomi digital seluruh Asia Tenggara secara keseluruhan diperkirakan akan mampu melampaui angka 300 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2025 ini.

Hal yang membuat pencapaian di tingkat kawasan ini terasa semakin mengagumkan adalah kecepatan pertumbuhannya. Menurut laporan tersebut, angka itu kini sekitar satu setengah kali lebih besar dibandingkan dengan perkiraan awal yang sempat dibuat sepuluh tahun yang lalu, menunjukkan betapa jauhnya perjalanan yang telah berhasil ditempuh.

Tantangan dan peluang ke depan

Meskipun demikian, jalan yang terbentang ke depan tetaplah menyimpan sejumlah tantangan yang perlu untuk dihadapi. Sebagaimana diingatkan oleh para ahli, menjaga laju pertumbuhan yang tinggi ini akan membutuhkan pemerataan akses, penguatan infrastruktur, serta perlindungan bagi konsumen, agar manfaat dari ekonomi digital benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Namun demikian, potensi yang masih tersimpan di dalamnya diperkirakan masih sangatlah besar untuk digali. Seperti yang sering ditekankan, dengan jumlah penduduk muda yang melek teknologi dan masih banyaknya masyarakat yang baru saja mulai terhubung ke dunia digital, ruang untuk terus bertumbuh di masa depan tampaknya masih terbuka sangat lebar bagi negeri ini.

0 responses
No responses yet. Be the first to add one.
Budi Hidayat
Follow this desk
Budi Hidayat
Create a free account to follow Budi Hidayat. New stories land in your feed, and you can save any of them to your own reading lists.
Your library & lists →
Budi Hidayat
WRITTEN BY THE AUTHOR
Budi Hidayat 2026-09-21 · 3 min read · 21 reads
View profile →
VERIFY THIS STORY
ASK AI
Budi Hidayat Keep subscribing to Budi HidayatHer next filing reaches you the moment it publishes, on her own subdomain.
Up next
More
Statistics Search Become a creator Alliances About Terms Privacy