Sepanjang Januari hingga Juli 2026, kunjungan wisatawan ke Bali mencapai hampir sepuluh juta orang. Australia tetap menjadi pasar mancanegara terbesar, sementara pasar lain mengalami pergeseran.
Bali kembali menegaskan posisinya sebagai primadona pariwisata Indonesia. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Pulau Dewata mencatat jumlah kunjungan wisatawan yang nyaris menyentuh angka sepuluh juta orang. Capaian ini menunjukkan bahwa daya tarik Bali tetap kuat, sekaligus memberi gambaran menarik tentang siapa saja yang datang dan dari mana asal mereka.
Hampir 10 juta kunjungan
Berdasarkan data yang tersedia, total kunjungan wisatawan ke Bali sepanjang Januari hingga Juli 2026 tercatat sebanyak 9.929.942 orang. Jumlah yang nyaris menembus angka sepuluh juta ini mencakup wisatawan mancanegara maupun domestik, dan menjadi cerminan nyata dari geliat sektor pariwisata Bali yang terus bergerak sepanjang paruh pertama tahun ini.
Dominasi wisatawan domestik
Hal yang menarik, sebagian besar kunjungan justru berasal dari dalam negeri. Dari total tersebut, wisatawan domestik menyumbang 5.905.118 orang atau sekitar 60 persen, sementara wisatawan mancanegara tercatat 3.923.824 orang atau sekitar 40 persen. Komposisi ini menegaskan bahwa pasar wisatawan Nusantara memiliki peran yang sangat penting bagi Bali.
Australia tetap teratas

Di antara wisatawan mancanegara, Australia masih menjadi pasar terbesar bagi Bali. Tercatat 982.403 wisatawan Australia berkunjung sepanjang periode ini, dengan pangsa pasar mencapai 23,10 persen. Angka tersebut menempatkan Australia jauh di atas negara lain, sekaligus menunjukkan betapa eratnya hubungan pariwisata antara Bali dengan negeri tetangga di selatan itu.
Di posisi berikutnya menyusul sejumlah negara Asia. Tiongkok berada di urutan kedua dengan 346.284 wisatawan, diikuti India dengan 318.948 orang. Setelah itu ada Inggris dengan 170.814 wisatawan, Korea Selatan dengan 164.846 orang, serta Amerika Serikat yang mencatat 163.132 kunjungan sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini.
Pergeseran pasar
Selain sepuluh besar, data juga memperlihatkan adanya pergeseran yang cukup menarik dalam pola kunjungan. Salah satu yang paling mencolok adalah Jepang, yang kini turun ke peringkat kesepuluh dengan 110.429 wisatawan. Padahal, dalam catatan sebelumnya, Jepang pernah menempati posisi teratas sebagai penyumbang wisatawan mancanegara terbesar ke Bali.
Pergeseran semacam ini menunjukkan bahwa peta pasar pariwisata Bali terus berubah dari waktu ke waktu. Negara seperti Prancis dengan 141.237 wisatawan, Rusia dengan 129.672 orang, serta Malaysia dengan 115.708 kunjungan turut melengkapi daftar sepuluh besar, memperlihatkan keragaman asal wisatawan yang datang ke pulau ini.
Tren yang relatif stabil
Secara keseluruhan, angka kunjungan tahun ini tergolong stabil bila dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025. Total kunjungan memang tercatat turun tipis sebesar 1,4 persen, namun kunjungan wisatawan domestik justru naik 1,3 persen. Bila digabungkan, pertumbuhan kunjungan mancanegara dan domestik masih berada di kisaran 0,2 persen.
Yang menggembirakan, tren kunjungan disebut terus meningkat sejak bulan April. Menurut keterangan yang beredar, jumlah kedatangan wisatawan relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya, memberi sinyal bahwa pemulihan dan pertumbuhan pariwisata Bali berjalan pada jalur yang cukup mantap sepanjang paruh pertama 2026.
Target dan strategi
Untuk keseluruhan tahun 2026, Bali menargetkan kedatangan tujuh juta wisatawan mancanegara. Target ini menjadi tolok ukur penting bagi para pemangku kepentingan pariwisata di pulau tersebut. Dengan capaian yang sudah cukup tinggi pada paruh pertama tahun, banyak pihak optimistis bahwa target itu dapat tercapai hingga penghujung tahun.
Di tingkat nasional, pemerintah menetapkan sasaran yang jauh lebih besar. Indonesia membidik hingga 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2026, atau tumbuh sekitar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk mencapainya, pemerintah mendorong pemerataan kunjungan ke berbagai destinasi di luar Bali.
Destinasi seperti Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo terus digencarkan untuk menarik perhatian wisatawan. Strategi ini bertujuan menyebarkan arus kunjungan agar tidak menumpuk di satu tempat saja, sekaligus memperkenalkan kekayaan dan keragaman pengalaman wisata yang dimiliki Indonesia kepada dunia.
Infrastruktur pendukung
Pengembangan pariwisata juga ditopang oleh pembenahan infrastruktur. Pada 1 September, pemerintah provinsi Bali menandatangani kesepakatan dengan operator kereta api negara, KAI, untuk rencana trem bertenaga baterai. Moda transportasi ini direncanakan menghubungkan Bandara Ngurah Rai menuju kawasan Canggu yang populer di kalangan wisatawan.
Secara keseluruhan, data kunjungan sepanjang Januari hingga Juli 2026 menegaskan bahwa Bali tetap menjadi jantung pariwisata Indonesia. Dengan angka yang stabil, pasar yang beragam, target yang ambisius, serta dukungan infrastruktur baru, pulau ini berupaya menjaga daya tariknya sambil terus beradaptasi dengan perubahan pola kunjungan wisatawan dunia.

Keep following Dian GunawanHer next filing reaches you the moment it publishes, on her own subdomain.
Follow