Balapan paling dinanti para penggemar otomotif Tanah Air segera kembali. Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 akan berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok, pada 9 sampai 11 Oktober, menempati seri ke-18 dari 22 balapan dalam kalender MotoGP musim ini.
Bagi para penggemar balap motor di Indonesia, ada satu agenda yang selalu ditunggu setiap tahun, yaitu kembalinya sirkus MotoGP ke Tanah Air. Deru mesin, aroma karet terbakar, dan aksi menikung para pembalap terbaik dunia akan sekali lagi menghidupkan pulau Lombok. Musim ini penantian itu kembali terjawab, dan para pencinta olahraga otomotif sudah mulai menandai kalender mereka jauh-jauh hari.
Kembali ke Lombok pada bulan Oktober
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, tanggal 9 sampai 11 Oktober, di Sirkuit Internasional Mandalika. Sesuai kebiasaan, sesi latihan dan kualifikasi akan mengisi dua hari pertama, sementara balapan utama kelas MotoGP yang paling dinanti akan digelar pada hari Minggu, menjadi puncak dari seluruh rangkaian akhir pekan yang penuh kecepatan itu.
Seri ke-18 dari 22 balapan
Dalam peta kalender musim ini, seri Mandalika menempati posisi ke-18 dari total 22 balapan yang dijadwalkan sepanjang tahun. Musim MotoGP 2026 sendiri dibuka di Sirkuit Buriram, Thailand, pada akhir Februari, dan akan ditutup di Valencia, Spanyol, pada penghujung November. Posisi di sepertiga akhir musim ini kerap membuat balapan Mandalika sangat menentukan dalam perebutan gelar juara dunia.
Bagian dari rangkaian Asia-Pasifik
Grand Prix Indonesia tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari rangkaian tur Asia-Pasifik yang padat dan melelahkan. Mandalika diposisikan hanya sepekan setelah balapan di Motegi, Jepang, lalu dilanjutkan dengan seri di Phillip Island, Australia, dan Sepang, Malaysia. Deretan balapan yang berdekatan ini menuntut stamina, konsentrasi, serta manajemen tim yang sangat prima dari seluruh peserta.
Rekor penonton musim lalu

Antusiasme masyarakat terhadap MotoGP Mandalika sudah terbukti pada penyelenggaraan sebelumnya. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 140.324 penonton memadati tribun sirkuit selama akhir pekan balapan, sebuah angka yang menunjukkan betapa besarnya animo pencinta otomotif Tanah Air. Ketika itu, balapan utama berhasil dimenangi oleh pembalap muda Fermin Aldeguer, yang tampil gemilang di lintasan Mandalika.
Di balik layar penyelenggaraan
Gelaran akbar ini tidak akan terwujud tanpa kerja keras panitia penyelenggara. Event ini dikelola oleh Mandalika Grand Prix Association, yang berada di bawah naungan InJourney Tourism Development Corporation dengan arahan induk perusahaan InJourney. Di bawah kepemimpinan direktur utamanya, tim penyelenggara bekerja sepanjang tahun demi memastikan setiap detail balapan berjalan lancar dan sesuai standar internasional.
Tuan rumah sejak tahun 2022
Mandalika bukanlah wajah baru dalam kalender MotoGP. Sirkuit yang membentang di kawasan indah Lombok ini telah menjadi tuan rumah sejak tahun 2022, dan sejak saat itu terus berbenah dari tahun ke tahun. Berbagai perbaikan pada permukaan lintasan maupun fasilitas pendukung dilakukan agar sirkuit tetap memenuhi tuntutan tinggi ajang balap kelas dunia, sekaligus memberi kenyamanan lebih bagi para penonton.
Dampak bagi pariwisata Lombok
Lebih dari sekadar ajang olahraga, MotoGP Mandalika juga menjadi mesin penggerak ekonomi dan pariwisata bagi Lombok dan sekitarnya. Ribuan wisatawan dari dalam maupun luar negeri berdatangan, memenuhi hotel, restoran, dan berbagai usaha lokal. Momen ini menjadi panggung bagi Indonesia untuk memamerkan keindahan alam Nusa Tenggara Barat kepada dunia, sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Antusiasme penggemar Tanah Air
Sulit menemukan negara dengan penggemar balap motor sefanatik Indonesia. Setiap kali MotoGP tiba, media sosial dipenuhi perbincangan seputar jagoan masing-masing, mulai dari perdebatan strategi hingga prediksi pemenang. Kecintaan pada roda dua memang sudah mengakar dalam keseharian masyarakat, sehingga kehadiran balapan sekelas MotoGP di halaman rumah sendiri terasa seperti pesta besar yang wajib dirayakan bersama.
Tantangan bagi para pembalap
Bagi para pembalap, seri Mandalika menghadirkan tantangan tersendiri. Cuaca tropis yang panas dan lembap, suhu aspal yang tinggi, serta karakter lintasan yang menuntut membuat balapan di sini tidak pernah mudah. Ditambah lagi jadwal yang berdekatan dengan seri-seri Asia lainnya, para pembalap harus pandai menjaga kondisi fisik dan fokus agar mampu tampil maksimal di setiap tikungan lintasan Mandalika.
Inspirasi bagi generasi muda
Kehadiran MotoGP di Mandalika juga membawa dampak yang tidak kalah penting bagi masa depan balap motor nasional. Menyaksikan langsung para pembalap kelas dunia beraksi menjadi sumber inspirasi bagi anak-anak muda yang bermimpi menekuni dunia otomotif. Ajang ini diharapkan mampu menumbuhkan bibit-bibit baru, mendorong pembinaan pembalap lokal, dan pada akhirnya membuka jalan bagi wakil Indonesia untuk bersaing di panggung balap internasional.
Menuju akhir pekan balapan
Dengan waktu yang semakin dekat, seluruh persiapan pun memasuki tahap akhir menjelang hari perlombaan. Para penggemar yang berencana hadir langsung disarankan mengatur perjalanan dan akomodasi sejak dini, mengingat tingginya permintaan setiap kali balapan digelar. Satu hal yang pasti, akhir pekan pada pertengahan Oktober nanti akan kembali menjadi momen istimewa bagi dunia olahraga otomotif Indonesia.
Mengikuti balapan dan ini membantu.

Keep following Dian PratamaHer next filing reaches you the moment it publishes, on her own subdomain.
Follow