Penelitian 2023 membuktikan air panas mengekstrak lebih banyak antioksidan dari daun teh dibanding metode dingin, kecuali untuk rooibos.
Segelas teh dingin memang terasa lebih menyegarkan, terutama saat cuaca panas. Namun, jika tujuan utama minum teh adalah mendapatkan lebih banyak antioksidan, cara penyajiannya ternyata dapat membuat perbedaan signifikan bagi kesehatan tubuh Anda.
Menyeduh teh dengan air panas merupakan cara tradisional yang ternyata memiliki keuntungan besar dari sisi kandungan antioksidan. Panas membantu memecah struktur daun teh sehingga lebih banyak senyawa tumbuhan larut ke dalam air secara efektif.
Dilansir dari Health, sebuah penelitian pada 2023 menemukan bahwa teh yang diseduh dengan air panas mengandung lebih banyak antioksidan dibandingkan teh yang dibuat dengan air dingin. Perbedaan tersebut terutama terlihat pada teh hijau yang sangat populer di Indonesia.
Air Mendidih sebagai Kunci Ekstraksi
Air yang sangat panas atau mendidih juga dapat menghasilkan lebih banyak polifenol dibandingkan air hangat. Polifenol merupakan kelompok senyawa tumbuhan yang memiliki berbagai fungsi penting bagi tubuh, termasuk membantu menjaga kesehatan pembuluh darah.
Senyawa ini juga berperan sebagai prebiotik serta mendukung sistem pertahanan antioksidan alami tubuh. Teh panas juga memiliki kandungan flavanol dan polifenol lain yang lebih tinggi dibandingkan teh dingin.
Selain kandungan senyawanya, secangkir teh hangat dapat memberikan sensasi menenangkan bagi pikiran. Beberapa penelitian juga mengaitkan konsumsi minuman teh hangat dengan suasana hati yang lebih baik dan kemungkinan manfaat bagi pencernaan.

Kelemahan Metode Cold Brew
Bukan berarti teh dingin kehilangan seluruh manfaatnya, tetapi prosesnya berbeda. Cold brew biasanya dibuat dengan merendam daun teh dalam air bersuhu ruang atau air dingin selama delapan hingga 16 jam.
Proses yang lebih lama menghasilkan rasa yang lebih lembut dan tidak terlalu pahit di lidah. Namun, karena tidak menggunakan panas, lebih sedikit senyawa antioksidan dari daun teh yang larut ke dalam air.
Ini adalah trade-off yang harus Anda pertimbangkan antara rasa yang halus dan manfaat kesehatan maksimal. Jika prioritas utama adalah detoksifikasi sel, metode panas jelas lebih unggul secara statistik.

Pengecualian untuk Rooibos
Meski demikian, hasilnya tidak selalu sama untuk semua jenis teh. Sebuah penelitian pada 2019 menemukan bahwa rooibos yang diseduh menggunakan air dingin selama delapan jam tetap mampu melepaskan jumlah antioksidan yang cukup baik.
Kasus ini menunjukkan bahwa jenis daun teh sangat mempengaruhi cara kerja ekstraksi senyawa kimia di dalamnya. Tidak ada satu aturan mutlak yang berlaku untuk semua minuman herbal di dunia.
Anda perlu memahami karakteristik bahan baku yang digunakan sebelum memilih metode penyeduhan. Pengetahuan ini membantu Anda mendapatkan manfaat maksimal dari setiap tegukan.

Pilihan Alternatif untuk Kolesterol
Teh herbal merupakan pilihan yang sangat baik karena tidak mengandung kafein dan tidak mengandung kalori sama sekali. Ada beberapa jenis teh herbal seperti chamomile, peppermint, dan rooibos yang sering direkomendasikan ahli.
Beberapa teh herbal seperti teh kembang sepatu baik untuk kesehatan karena mengandung antioksidan yang kuat. Minuman ini bisa menjadi pengganti manis yang tidak menaikkan gula darah secara drastis.
Mengingat banyak minuman kopi beku mengandung lemak jenuh tinggi, beralih ke teh herbal dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung secara alami. Ini adalah langkah kecil yang berdampak besar pada jangka panjang.
Pertanyaan umum

Keep subscribing to Marsinah UtamiHer next filing reaches you the moment it publishes, on her own subdomain.
Subscribe
