avalw
⚲
TOURISM · ID

Rp6.000 untuk Menjaga Warisan Dunia

Painten Asih Painten Asih painten.avalw.com · 4 reads Respect0 Save Share Read only
READS3live count PUBLISHED6 Oct2026 READING TIME3 min564 words LANGUAGEIndonesian
AI CITATIONS? Gathering data

Candi Borobudur resmi menjadi pilot project wisata carbon neutral pertama di Indonesia. Bagaimana skema ini bekerja dan apa artinya bagi para pelancong.

ALSO ON THE CREATOR SITERead this on painten.avalw.comOpen

Pada Senin, 5 Oktober 2026, sebuah perubahan kecil namun berdampak besar terjadi di gerbang Candi Borobudur. Wisatawan yang membeli tiket masuk kini memiliki opsi tambahan untuk menyisipkan kontribusi sukarela sebesar Rp 6.000. Angka yang tampak sepele ini ternyata menjadi kunci bagi proyek percontohan pertama di Indonesia untuk membangun ekosistem pariwisata rendah karbon secara berkelanjutan.

Inisiatif ini diluncurkan oleh Pertamina New & Renewable Energy (NRE) bekerja sama dengan InJourney Destination Management. Ini bukan sekadar kampanye pemasaran, melainkan langkah konkret dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) pemerintah Indonesia di sektor pariwisata yang terus berkembang pesat.

Bagi saya, ini adalah titik balik bagaimana industri pariwisata Indonesia mulai mengambil tanggung jawab atas jejak karbon yang ditinggalkan oleh jutaan pengunjung setiap tahunnya. Langkah ini menunjukkan keseriusan dalam menjaga keseimbangan ekologis situs warisan dunia.

Kehadiran opsi ini mengubah persepsi wisatawan dari sekadar konsumen menjadi pelaku aktif dalam pelestarian lingkungan. Setiap keputusan kecil di loket tiket kini memiliki bobot moral dan ekologis yang lebih dalam dari sebelumnya.

Mekanisme Kontribusi Sukarela

Poin penting yang perlu ditegaskan adalah bahwa kontribusi Rp 6.000 ini bersifat sukarela. Tidak ada paksaan bagi wisatawan untuk menambah jumlah tersebut pada harga tiket standar mereka. Direktur Operasi InJourney Destination Management, Indung Purwita Jati, menjelaskan bahwa skema ini dirancang sebagai sarana edukasi publik mengenai jejak karbon dari aktivitas perjalanan.

Dengan memilih untuk berkontribusi, para pelancong domestik maupun mancanegara secara langsung berpartisipasi dalam upaya pengurangan emisi. Dana yang terkumpul kemudian dikonversi ke dalam aktivitas karbon yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.

Ini memberikan ruang nyata bagi masyarakat umum untuk merasakan dampak positif dari keputusan kecil mereka saat berkunjung ke situs warisan dunia. Proses ini menjembatani kesenjangan antara kesadaran lingkungan dan tindakan nyata di lapangan.

Pendekatan ini sangat inklusif karena tidak membedakan status sosial ekonomi wisatawan. Semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi pada upaya global melawan perubahan iklim melalui kunjungan mereka ke Borobudur.

Tiket masuk dengan opsi kontribusi sukarela untuk mendukung program carbon neutral.
Tiket masuk dengan opsi kontribusi sukarela untuk mendukung program carbon neutral.

Kredit Karbon dan Solusi Berbasis Alam

Apa yang terjadi dengan uang tersebut? John Anis, Direktur Utama PT Pertamina New & Renewable Energy, menjelaskan bahwa dana kontribusi wisatawan akan diimbangi atau di-offset melalui skema kredit karbon. Kredit ini dihasilkan dari pembangkit energi ramah lingkungan serta solusi berbasis alam (nature-based solutions) yang efektif.

Salah satu wujud konkretnya adalah aksi konservasi dan penghijauan hutan. John Anis memberikan contoh yang menarik: jika penghijauan berhasil menangkap emisi 10.000 ton, jumlah tersebut menjadi kredit yang bisa dipakai untuk meng-offset kegiatan wisata seperti di Borobudur.

Sistem ini menciptakan siklus yang seimbang antara perlindungan lingkungan dan aktivitas pariwisata. Setiap rupiah yang disumbangkan memiliki nilai tukar ekologis yang jelas dan terukur dalam skala ton emisi karbon yang berhasil ditangani.

Pemilihan Borobudur sebagai lokasi perdana dinilai sangat strategis. Sebagai destinasi pariwisata super prioritas dan warisan budaya dunia, tempat ini menjadi panggung ideal untuk mengenalkan praktik pariwisata berkelanjutan kepada khalayak luas.

Hutan yang berperan sebagai penyerap emisi dalam skema kredit karbon.
Hutan yang berperan sebagai penyerap emisi dalam skema kredit karbon.

Dampak Jangka Panjang bagi Pariwisata

Program ini juga sejalan dengan tren global di mana wisatawan semakin peduli terhadap keberlanjutan. Dengan adanya fasilitas ramah lingkungan dan edukasi yang menyertai program ini, Borobudur tidak hanya menawarkan keindahan arsitektur kuno, tetapi juga nilai etika dan lingkungan yang semakin penting di era modern.

Kemitraan antara perusahaan energi, pengelola destinasi, dan pemerintah ini menunjukkan sinergi yang solid. Jika model ini berhasil, kita bisa berharap lebih banyak destinasi di Indonesia yang mengadopsi standar serupa untuk mengurangi dampak lingkungan mereka.

Pada akhirnya, perjalanan yang bertanggung jawab akan menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman wisata di Nusantara. Borobudur kini berdiri bukan hanya sebagai simbol spiritual, tetapi juga sebagai pelopor masa depan pariwisata yang hijau dan bertanggung jawab.

Candi Borobudur sebagai panggung utama untuk pariwisata berkelanjutan.
Candi Borobudur sebagai panggung utama untuk pariwisata berkelanjutan.

Pertanyaan umum

Berapa besaran kontribusi sukarela untuk pelestarian lingkungan di Candi Borobudur?

Wisatawan dapat menyisipkan kontribusi sukarela sebesar Rp6.000 saat membeli tiket masuk. Dana ini digunakan untuk mendukung proyek percontohan pariwisata rendah karbon di Indonesia.

Siapa yang meluncurkan inisiatis kontribusi sukarela di gerbang Candi Borobudur?

Inisiatif ini diluncurkan oleh Pertamina New & Renewable Energy (NRE) bekerja sama dengan InJourney Destination Management. Program ini bertujuan mendukung target Net Zero Emission pemerintah di sektor pariwisata.

Bagaimana dana kontribusi wisatawan dikonversi menjadi dampak lingkungan?

Dana tersebut diimbangi melalui skema kredit karbon yang dihasilkan dari pembangkit energi ramah lingkungan dan solusi berbasis alam. Contoh konkretnya adalah aksi konservasi dan penghijauan hutan yang menangkap emisi karbon.

Apakah wisatawan diwajibkan membayar tambahan Rp6.000 saat masuk Candi Borobudur?

Tidak, kontribusi tersebut bersifat sukarela dan tidak ada paksaan bagi wisatawan. Skema ini dirancang sebagai sarana edukasi publik mengenai jejak karbon dari aktivitas perjalanan.

Kapan opsi kontribusi sukarela di Candi Borobudur mulai diterapkan?

Perubahan ini mulai berlaku pada Senin, 5 Oktober 2026. Pada tanggal tersebut, wisatawan memiliki opsi tambahan untuk menyisipkan kontribusi sukarela di loket tiket.

0 responses
No responses yet. Be the first to add one.
Painten Asih
Follow this desk
Painten Asih
Create a free account to follow Painten Asih. New stories land in your feed, and you can save any of them to your own reading lists.
Your library & lists →
Painten Asih
WRITTEN BY THE AUTHOR
Painten Asih 2026-10-06 · 3 min read · 3 reads
View profile →
VERIFY THIS STORY
ASK AI
Painten Asih Keep subscribing to Painten AsihHer next filing reaches you the moment it publishes, on her own subdomain.
Up next
More
Statistics Search Become a creator Alliances About Terms Privacy