avalw
⚲
TOURISM · ID

Enam Ribu Rupiah di Borobudur dan Tiket Garuda ke Toba

Sunarto Sunarto sunarto.avalw.com · 5 reads Respect0 Save Share Read only
READS3live count PUBLISHED6 Oct2026 READING TIME3 min690 words LANGUAGEIndonesian
AI CITATIONS? Gathering data

Borobudur uji coba tiket karbon netral Rp6.000. Garuda Indonesia beri akses gratis ke Labuan Bajo dan Toba bagi turis asing hingga November 2026.

ALSO ON THE CREATOR SITERead this on sunarto.avalw.comOpen

Angka enam ribu rupiah kini terpampang di tiket masuk Candi Borobudur. Ini bukan sekadar biaya tambahan, melainkan tanda pergeseran cara kita memandang wisata. Pada 5 Oktober 2026, Pertamina New & Renewable Energy (NRE) dan InJourney Destination Management meluncurkan proyek percontohan wisata karbon netral pertama di Indonesia. Tujuannya jelas: setiap langkah wisatawan di stupa dan relung candi harus punya dampak lingkungan yang terukur, bukan sekadar meninggalkan jejak karbon tanpa tanggung jawab.

Di sisi lain, peta penerbangan domestik ikut bergeser. Garuda Indonesia, bersama Kementerian Pariwisata dan Mastercard, mengaktifkan program Stopover. Turis asing bisa menerbangkan tiket domestik ke Labuan Bajo, Danau Toba, hingga Mandalika tanpa biaya tambahan. Dua inisiatif ini, satu di darat dan satu di udara, membentuk fondasi baru bagi pariwisata yang tidak hanya menjual pemandangan, tetapi juga konektivitas dan tanggung jawab.

Kontribusi Sukarela yang Berdampak Nyata

John Anis, Direktur Utama Pertamina NRE, menegaskan bahwa skema ini bukan tentang pajak. Ini soal partisipasi. Dana Rp6.000 tersebut dikonversi menjadi kredit karbon dari aktivitas pembangkit energi ramah lingkungan dan solusi berbasis alam. Konsepnya sederhana: setiap rupiah yang disumbangkan wisatawan secara sukarela akan diimbangi dengan penyerapan emisi di tempat lain.

Mekanisme offset-nya konkret. Jika penghijauan hutan berhasil menangkap 10.000 ton emisi, angka tersebut menjadi kredit yang bisa dipakai untuk meng-offset kegiatan wisata di Borobudur. John Anis menyebut ini sebagai kesempatan nyata bagi masyarakat, baik domestik maupun mancanegara, untuk mendukung target Net Zero Emission pemerintah pada tahun 2060. Ini adalah pertama kalinya praktik sedemikian terintegrasi dalam ekosistem wisata warisan budaya dunia di Indonesia.

Kontribusi sukarela Rp6.000 di tiket masuk menjadi simbol partisipasi aktif wisatawan dalam menekan emisi karbon.
Kontribusi sukarela Rp6.000 di tiket masuk menjadi simbol partisipasi aktif wisatawan dalam menekan emisi karbon.

Edukasi di Balik Angka

Indung Purwita Jati, Direktur Operasi InJourney Destination Management, meluruskan satu hal penting: kontribusi ini bersifat tidak memaksa. Program ini lebih dari sekadar aksi penghijauan; ini adalah kurikulum pendidikan lingkungan yang terselubung dalam pengalaman liburan. Wisatawan tidak lagi menjadi konsumen pasif yang meninggalkan jejak karbon, melainkan agen perubahan yang memahami bobot berat setiap perjalanan mereka.

Pemilihan Borobudur sebagai lokasi perdana bukan kebetulan. Sebagai destinasi pariwisata super prioritas dan situs warisan dunia, candi ini menjadi panggung ideal untuk memperkenalkan praktik berkelanjutan kepada khalayak global. Di sini, nilai spiritual sejarah bertemu dengan urgensi ekologis masa depan, menciptakan narasi perjalanan yang lebih dalam dari sekadar foto di depan candi.

Dana kontribusi wisatawan diimbangi dengan kredit karbon dari solusi berbasis alam, seperti konservasi hutan yang menyerap emisi.
Dana kontribusi wisatawan diimbangi dengan kredit karbon dari solusi berbasis alam, seperti konservasi hutan yang menyerap emisi.

Udara yang Meratakan Kunjungan

Sementara Borobudur mengurus jejak karbon di darat, Garuda Indonesia sibuk mengurus arus manusia di udara. Program Stopover ini dirancang sebagai antitesis terhadap dominasi Bali dan Jakarta yang selama ini menyedot 9,7 juta kunjungan turis asing, menurut data BPS. Dengan membebaskan biaya penerbangan lanjutan ke destinasi prioritas, Garuda ingin memecah kekakuan rute yang membuat turis asing hanya singgah di kota besar sebelum pulang.

Mukhtaris, Plt. Direktur Niaga Garuda Indonesia, menyatakan bahwa peran maskapai nasional tidak boleh berhenti di pintu masuk utama. Konektivitas udara harus menjadi jembatan yang menghubungkan wisatawan dengan ekonomi lokal di pelosok Nusantara. Program ini memungkinkan pelancong internasional menambahkan rute domestik saat memesan tiket utama, sehingga mereka tidak perlu merogoh kocek ekstra untuk menjelajah lebih dalam.

Garuda Indonesia membuka jalur gratis ke destinasi prioritas seperti Labuan Bajo dan Danau Toba untuk turis asing hingga akhir November 2026.
Garuda Indonesia membuka jalur gratis ke destinasi prioritas seperti Labuan Bajo dan Danau Toba untuk turis asing hingga akhir November 2026.

Jendela Menutup di November 2026

Waktu adalah elemen krusial di sini. Periode pemesanan dan keberangkatan program percontohan Garuda Indonesia ini hanya dibuka hingga akhir November 2026. Jendela waktu yang singkat ini menciptakan urgensi bagi para pelancong yang ingin merasakan sensasi multi-destination dalam satu paket perjalanan. Bagi industri pariwisata, ini adalah uji coba skala besar untuk melihat apakah insentif harga dapat benar-benar mengubah perilaku perjalanan turis asing.

Ni Made Ayu Marthini, Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, menyambut positif sinergi ini. Ia melihat potensi besar bagi perajin lokal dan pelaku UMKM di daerah untuk merasakan langsung putaran uang dari sektor pariwisata. Dengan masa tinggal yang lebih lama, dampak ekonomi tidak lagi terpusat di satu titik, melainkan tersebar ke berbagai komunitas yang selama ini terpinggirkan oleh arus utama pariwisata.

Konvergensi Dua Visi

Ketika kita merangkai kedua berita ini, sebuah pola mulai terlihat jelas. Indonesia sedang bertransisi dari model pariwisata volume ke model pariwisata nilai. Di Borobudur, nilainya terletak pada keberlanjutan dan tanggung jawab ekologis. Di jalur udara Garuda, nilainya terletak pada pemerataan ekonomi dan pengalaman otentik di luar pusat kota.

Ini bukan lagi tentang seberapa banyak turis yang datang, tetapi seberapa bermakna kehadiran mereka. Enam ribu rupiah di Borobudur adalah investasi kecil untuk planet yang lebih sehat. Tiket gratis ke Danau Toba adalah tiket masuk ke kehidupan lokal yang lebih dalam. Dua langkah ini, satu di darat dan satu di udara, sedang menulis ulang definisi perjalanan di Indonesia.

Pertanyaan umum

Berapa biaya tambahan untuk masuk Candi Borobudur dalam proyek wisata karbon netral?

Biaya tambahan yang dikenakan adalah Rp6.000 per tiket masuk. Dana sukarela ini dikonversi menjadi kredit karbon dari aktivitas pembangkit energi ramah lingkungan untuk mengimbangi emisi wisatawan.

Kapan program percontohan wisata karbon netral di Borobudur diluncurkan?

Peluncuran proyek percontohan ini dilakukan pada 5 Oktober 2026. Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara Pertamina New & Renewable Energy dan InJourney Destination Management.

Apa saja destinasi yang bisa dituju tanpa biaya tambahan melalui program Stopover Garuda Indonesia?

Wisatawan asing dapat menerbangkan tiket domestik ke Labuan Bajo, Danau Toba, hingga Mandalika tanpa biaya tambahan. Program ini memungkinkan pelancong menambahkan rute domestik saat memesan tiket utama.

Sampai kapan periode pemesanan dan keberangkatan program Stopover Garuda Indonesia dibuka?

Jendela waktu untuk pemesanan dan keberangkatan program percontohan ini hanya dibuka hingga akhir November 2026. Batasan waktu ini menciptakan urgensi bagi pelancong yang ingin merasakan pengalaman multi-destination dalam satu paket.

Siapa yang bertanggung jawab atas peluncuran proyek wisata karbon netral di Borobudur?

Proyek ini diluncurkan oleh Pertamina New & Renewable Energy (NRE) dan InJourney Destination Management. Kedua entitas ini bekerja sama untuk memastikan setiap langkah wisatawan memiliki dampak lingkungan yang terukur.

Bagaimana mekanisme offset karbon bekerja dalam skema Rp6.000 di Borobudur?

Dana tersebut dikonversi menjadi kredit karbon yang digunakan untuk mengimbangi emisi dari kegiatan wisata. Jika penghijauan hutan menangkap 10.000 ton emisi, angka tersebut menjadi kredit yang dapat dipakai untuk offset aktivitas di Borobudur.

0 responses
No responses yet. Be the first to add one.
Sunarto
Follow this desk
Sunarto
Create a free account to follow Sunarto. New stories land in your feed, and you can save any of them to your own reading lists.
Your library & lists →
Sunarto
WRITTEN BY THE AUTHOR
Sunarto 2026-10-06 · 3 min read · 3 reads
View profile →
VERIFY THIS STORY
ASK AI
Sunarto Keep subscribing to SunartoHer next filing reaches you the moment it publishes, on her own subdomain.
Up next
More
Statistics Search Become a creator Alliances About Terms Privacy