Pemerintah NTB menyiapkan 42 unit shuttle bus gratis di 5 lokasi strategis untuk penonton MotoGP 2026, dilengkapi sistem gelang putih untuk mengatur arus kepulangan yang lancar.
Strategi Angkutan Penonton
Islamic Center di Mataram jadi titik kumpul utama penonton MotoGP 2026. Dari sini, bus langsung mengangkut massa menuju Sirkuit Mandalika. Kepala Dinas Perhubungan NTB, Ervan Anwar, menegaskan langkah ini diambil agar jalan raya tidak lumpuh total saat hari balapan tiba.
Provinsi NTB menyiapkan 42 unit bus untuk tugas berat ini. Angka itu bukan sekadar statistik, tapi upaya nyata agar mobilitas penonton tetap terkendali. Cukup tunjukkan tiket MotoGP, dan Anda naik bus tanpa bayar sepeser pun.
Lokasi Naik di Empat Wilayah
Di Lombok Barat, dua titik strategis disiapkan: Senggigi dan Pelabuhan Lembar. Senggigi membidik wisatawan yang menginap di area pantai, sementara Lembar melayani pendatang dari Bali atau daerah lain lewat jalur laut. Dua titik ini memudahkan pergerakan kelompok penonton yang besar.
Lombok Utara turut dilibatkan lewat Pelabuhan Bangsal. Ervan Anwar menjelaskan rute ini khusus untuk penonton dari Gili Trawangan atau wisatawan Bali. Dari Bangsal, penumpang diangkut ke Mataram, dikumpulkan di Islamic Center, baru lanjut ke sirkuit. Ini rute baru yang menyederhanakan perjalanan dari gugus pulau Gili.
Di Lombok Tengah, bus langsung menghubungkan Bandara Internasional Zainudin Abdul Madjid (BIZA) ke Sirkuit Mandalika. Ini sangat membantu penonton yang baru mendarat dan ingin langsung ke arena tanpa transfer antar kota. Total lima titik tersebar di empat kabupaten/kota ini menciptakan jaringan akses yang komprehensif.

Sistem Gelang Putih Kepulangan
Tahun ini ada inovasi penting: gelang putih untuk setiap pengguna shuttle. Gelang ini mencantumkan lokasi penjemputan dan jam kepulangan yang spesifik. Sistem ini lahir dari pengalaman buruk tahun lalu, saat banyak penonton tidak terdaftar ikut menumpang, memicu antrean panjang dan kekacauan.
Dengan gelang putih, hanya penumpang terdaftar yang bisa naik shuttle saat kepulangan. Ini mencegah penyalahgunaan layanan dan memastikan setiap orang punya slot waktu jelas. Efisiensi ini diharapkan mempercepat evakuasi penonton dari arena setelah balapan selesai.
Operasional shuttle dibatasi sampai pukul 22.00 WITA selama tiga hari MotoGP. Batasan ini memberi kepastian jadwal bagi penonton. Koordinasi ketat antar titik naik dan penjemputan jadi kunci kelancaran sistem ini.

Kolaborasi dengan DAMRI
Selain armada Pemprov NTB, Perum DAMRI juga turun tangan dengan 118 unit shuttle tambahan. Kolaborasi ini menggandakan kapasitas, menjamin jumlah penonton besar bisa terakomodasi. Sinergi pemerintah daerah dan operator nasional ini menunjukkan kesiapan infrastruktur yang matang.
Penumpang dibagi dua kelompok: menuju parkir timur dan barat. Dari kedua area ini, mereka disebar berdasarkan zona tiket. Pembagian zona ini memastikan distribusi penonton ke tribun tertib dan sesuai hak akses masing-masing. Detail operasional seperti ini membuktikan perencanaan logistik yang sangat rinci.

Dampak pada Pengalaman Penonton
Kebijakan shuttle gratis dan sistem gelang ini mengubah cara penonton menikmati MotoGP Mandalika. Alih-alih stres mikirin parkir dan macet, penonton bisa fokus nonton balapan. Aksesibilitas yang meningkat juga mendorong lebih banyak wisatawan luar Lombok datang, mengingat kemudahan transportasi yang ditawarkan.
Keberhasilan sistem ini bisa jadi standar baru untuk event besar di Indonesia. Jika lancar, model serupa bisa diadopsi event internasional lain. Bagi penonton, ini bukti penyelenggara paham kebutuhan mobilitas modern yang menuntut efisiensi dan kenyamanan tanpa mengorbankan pengalaman utama.
Pertanyaan umum

Keep subscribing to Desy SusantiHer next filing reaches you the moment it publishes, on her own subdomain.
Subscribe
