Bali menetapkan target 6,63 juta wisatawan mancanegara pada 2026 setelah menyambut hampir 6,94 juta pada 2025. Fokusnya bergeser ke pariwisata berkualitas dan aturan yang lebih ketat bagi pengunjung asing.
Sektor pariwisata Bali kembali menjadi sorotan seiring dengan rencana besar untuk tahun 2026. Pulau Dewata menetapkan target ambisius untuk jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, sekaligus mengubah arah strateginya secara menyeluruh.
Yang menarik, fokusnya kini tidak lagi hanya soal jumlah pengunjung. Bali mulai bergerak menuju pariwisata yang lebih berkualitas dan berkelanjutan, dengan sejumlah aturan baru yang menyertai perubahan arah tersebut.
Target 6,63 juta wisatawan

Untuk tahun 2026, Bali menetapkan target kedatangan sebanyak 6,63 juta wisatawan mancanegara. Angka ini menjadi tolok ukur penting bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata pulau tersebut sepanjang tahun.
Target itu tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari rencana strategis yang lebih luas untuk periode 2026 hingga 2030. Dengan demikian, capaian tahun ini akan menjadi fondasi bagi arah jangka panjang pulau tersebut.
Capaian sepanjang 2025
Optimisme tersebut lahir dari kinerja yang kuat pada tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, Bali menyambut sekitar 6,94 juta wisatawan asing, sebuah angka yang menunjukkan pemulihan yang solid bagi industri pariwisata setempat.
Jumlah tersebut mencerminkan peningkatan sebesar 9,72 persen dibandingkan tahun 2024. Kenaikan ini menegaskan bahwa daya tarik Bali sebagai destinasi kelas dunia masih sangat kuat di mata para pelancong dari berbagai negara.
Dari mana wisatawan datang
Australia tetap menjadi penyumbang utama, dengan jumlah kunjungan yang menembus lebih dari 1,6 juta orang. Negara tetangga ini secara konsisten menjadi salah satu pasar terbesar bagi pariwisata Bali dari tahun ke tahun.
Selain itu, sejumlah pasar dari kawasan Asia menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan. Kunjungan dari Tiongkok naik 19,83 persen, dari Korea Selatan 17,91 persen, dan dari Jepang 17,96 persen dibandingkan tahun 2024.
Fokus pada kualitas
Meski angka kunjungan tetap penting, pemerintah setempat kini lebih menekankan kualitas daripada sekadar kuantitas. Tujuannya adalah menarik wisatawan bernilai tinggi dengan pola perjalanan yang lebih berkelanjutan bagi lingkungan.
Pariwisata domestik juga disebut sebagai salah satu pilar penting dalam strategi ini. Dengan menyeimbangkan pasar dalam dan luar negeri, Bali berharap dapat menjaga pertumbuhan tanpa membebani lingkungan secara berlebihan.
Aturan yang diperketat
Seiring dengan perubahan fokus, aturan bagi wisatawan asing turut diperketat. Salah satu langkah yang diambil adalah peluncuran saluran pengaduan publik selama 24 jam untuk melaporkan berbagai pelanggaran keimigrasian.
Penegakan aturan keimigrasian juga diperkuat, dibarengi dengan pengawasan dari masyarakat setempat. Menurut laporan, sebagian besar pelanggaran berkaitan dengan izin tinggal yang berlebih atau ketidakpatuhan terhadap aturan lokal.
Mengapa hal ini penting
Bagi Bali, keseimbangan menjadi kunci dari seluruh kebijakan ini. Pulau ini ingin tetap ramah bagi wisatawan, namun pada saat yang sama menjaga ketertiban serta kelestarian alam dan budayanya yang begitu khas.
Bulan-bulan mendatang akan menjadi ujian penting bagi strategi tersebut. Jika berhasil, Bali dapat menjadi contoh bagaimana sebuah destinasi populer mengelola pertumbuhan tanpa kehilangan jati dirinya sendiri.
Banyak belajar soal wisatawan mancanegara di sini.
Konteks yang baik seputar wisatawan mancanegara.

Keep subscribing to Putu WijayaHer next filing reaches you the moment it publishes, on her own subdomain.
Subscribe
