avalw
TECH · ID

Internet dari satelit milik negara: bagaimana SATRIA menghubungkan ribuan titik layanan publik Indonesia

Bagus Putra Bagus Putra bagusputra.avalw.com · 2.9k reads Respect0 Save Share Read only
READS523live count PUBLISHED7 Sept2026 READING TIME2 min485 words LANGUAGEIndonesian
AI CITATIONS? Gathering data

Satelit SATRIA-1 milik Indonesia kini menghubungkan lebih dari 30.000 titik layanan publik, terutama sekolah di daerah 3T. Pemerintah pun menyiapkan SATRIA-2 dengan kapasitas jauh lebih besar.

Menghubungkan sebuah negara yang terdiri dari lebih dari tujuh belas ribu pulau ke internet bukanlah pekerjaan yang mudah. Namun, di tengah tantangan geografis itu, satelit milik negara bernama SATRIA perlahan menjembatani jurang digital di berbagai pelosok Nusantara.

Berbeda dari layanan internet komersial yang banyak dibicarakan, SATRIA merupakan program pemerintah yang dikelola melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi atau BAKTI. Kini satelit ini telah menghubungkan puluhan ribu titik layanan publik di seluruh negeri.

Satelit berkapasitas terbesar di Asia

SATRIA-1 diluncurkan pada tahun 2023 dan mulai beroperasi sejak 2024. Pada masanya, satelit ini tercatat sebagai satelit dengan kapasitas terbesar di Asia, dengan total kapasitas transmisi mencapai 150 gigabit per detik untuk melayani seluruh wilayah Indonesia.

Tujuan utamanya cukup jelas, yaitu pemerataan akses digital. Alih-alih mengejar keuntungan komersial, SATRIA dirancang untuk menyediakan konektivitas bagi fasilitas publik di daerah yang selama ini sulit dijangkau oleh jaringan telekomunikasi berbasis darat.

30.000 titik terhubung

Satelit SATRIA membawa akses internet ke titik-titik layanan publik di wilayah yang sulit dijangkau jaringan darat.
Satelit SATRIA membawa akses internet ke titik-titik layanan publik di wilayah yang sulit dijangkau jaringan darat.

Hasilnya mulai terlihat nyata. Per 7 Desember 2025, BAKTI melaporkan bahwa sebanyak 30.017 titik layanan publik telah terhubung dengan penerima sinyal SATRIA-1. Setiap lokasi menerima akses internet dengan kecepatan hingga 10 megabit per detik.

Menariknya, sebagian besar titik yang terhubung berada di sektor pendidikan, diikuti oleh kantor pemerintahan dan fasilitas kesehatan. Bahkan sekitar 68 persen koneksi melayani sekolah, terutama yang berada di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.

Menjangkau daerah 3T

Istilah daerah 3T merujuk pada wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Di banyak lokasi seperti ini, membangun menara dan kabel jaringan darat sangat mahal atau bahkan mustahil, sehingga satelit menjadi salah satu solusi yang paling masuk akal untuk menghadirkan internet.

Bagi sekolah-sekolah di kawasan tersebut, sambungan dari langit ini sering kali menjadi satu-satunya akses internet yang dapat diandalkan. Kehadirannya membuka pintu bagi pembelajaran digital, akses materi pendidikan, dan berbagai layanan daring yang sebelumnya sulit dijangkau.

SATRIA-2 di cakrawala

Pemerintah tidak berhenti di sini. Melalui BAKTI, Indonesia tengah menyiapkan penerus bernama SATRIA-2, yang direncanakan hadir dalam bentuk satelit kembar bernama SATRIA-2A dan SATRIA-2B, dengan total kapasitas mencapai 300 gigabit per detik.

Proyek ambisius ini diperkirakan menelan biaya sekitar 860 juta dolar Amerika Serikat. Dengan kapasitas dua kali lipat dari pendahulunya, SATRIA-2 dirancang agar mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil yang selama ini belum terlayani.

Bukan pengganti, tapi pelengkap

Kehadiran SATRIA tidak dimaksudkan untuk menggantikan seluruh infrastruktur yang ada, melainkan melengkapinya. Sebagai satelit milik negara, perannya lebih berfokus pada menjamin konektivitas bagi layanan publik di tempat-tempat yang secara ekonomi kurang menarik bagi operator komersial.

Dengan model seperti ini, negara dapat memastikan bahwa sekolah, puskesmas, dan kantor pemerintahan di pelosok tetap memiliki akses, tanpa harus sepenuhnya bergantung pada perhitungan untung rugi yang biasanya menentukan ke mana investasi jaringan swasta mengalir.

Apa artinya bagi kita

Bagi Indonesia, mempersempit kesenjangan digital bukan sekadar soal teknologi, melainkan juga soal keadilan. Akses internet yang merata dapat memengaruhi kualitas pendidikan, layanan kesehatan, dan pelayanan pemerintahan bagi jutaan warga yang tinggal jauh dari pusat kota.

SATRIA-1 telah membuktikan bahwa langit bisa menjadi jalan pintas menuju konektivitas. Jika SATRIA-2 berhasil diwujudkan sesuai rencana, mimpi menghubungkan setiap pulau di Nusantara ke dunia digital akan terasa semakin dekat dari sebelumnya.

4 responses
Indah Wibowo1 week ago

Mengikuti SATRIA dan ini membantu.

4
Eko Susanto6 days ago

Pandangan berimbang soal SATRIA.

1
Wulan Kusuma4 days ago

Setuju.

0
Dewi Firmansyah6 days ago

Sepenuhnya.

0
Bagus Putra
Follow this desk
Bagus Putra
Create a free account to follow Bagus Putra. New stories land in your feed, and you can save any of them to your own reading lists.
Your library & lists →
Bagus Putra
WRITTEN BY THE AUTHOR
Bagus Putra 2026-09-07 · 2 min read · 523 reads
View profile →
VERIFY THIS STORY
ASK AI
Bagus Putra Keep following Bagus PutraHer next filing reaches you the moment it publishes, on her own subdomain.
Up next
More
Statistics Search Become a creator Alliances About Terms Privacy