avalw
TECH · ID

Mesin uang tak terlihat: bagaimana Xendit menjadi tulang punggung pembayaran digital Asia Tenggara

Bagus Putra Bagus Putra bagusputra.avalw.com · 2.9k reads Respect0 Save Share Read only
READS404live count PUBLISHED1 Sept2026 READING TIME3 min589 words LANGUAGEIndonesian
AI CITATIONS? Gathering data

Xendit, perusahaan infrastruktur pembayaran asal Indonesia, kini merambah ke seluruh Asia Tenggara. Setelah integrasi dengan Dragonpay di Filipina pada Juli 2026, unicorn ini semakin mengokohkan posisinya sebagai mesin di balik jutaan transaksi digital.

Ketika kita membayar tagihan, memesan tiket, atau berbelanja di toko daring, sebagian besar dari kita hampir tidak pernah memikirkan apa yang sebenarnya terjadi di balik layar. Padahal, ada seluruh lapisan teknologi rumit yang memastikan uang berpindah dengan aman dari satu pihak ke pihak lain hanya dalam hitungan detik.

Di kawasan Asia Tenggara, salah satu pemain paling penting dalam bidang ini justru berasal dari Indonesia. Perusahaan bernama Xendit telah membangun infrastruktur pembayaran yang kini menjadi tulang punggung bagi ribuan bisnis, meski namanya sendiri jarang benar-benar dikenal oleh masyarakat umum.

Infrastruktur yang bekerja di balik layar

Berbeda dengan aplikasi dompet digital yang kita gunakan sehari-hari, Xendit justru bekerja pada lapisan yang jauh lebih dalam dan tersembunyi. Menurut laporan, perusahaan ini menyediakan sistem yang memungkinkan bisnis lain untuk menerima pembayaran, mengirim dana, hingga menjalankan berbagai layanan keuangan lainnya.

Fleksibilitas menjadi salah satu kekuatan utama dari platform tersebut. Berdasarkan informasi yang tersedia, sistem Xendit disebut mendukung lebih dari seratus metode pembayaran yang berbeda, mulai dari kartu kredit dan dompet elektronik hingga transfer bank dan pembayaran lintas negara, sehingga cocok bagi beragam jenis usaha.

Ekspansi ke Filipina

Melalui integrasi dengan Dragonpay, Xendit memperkuat jaringan pembayarannya di Filipina dan seluruh kawasan Asia Tenggara.
Melalui integrasi dengan Dragonpay, Xendit memperkuat jaringan pembayarannya di Filipina dan seluruh kawasan Asia Tenggara.

Langkah terbaru dari perusahaan ini menunjukkan ambisinya yang semakin besar di tingkat regional. Menurut laporan, pada Juli 2026 Xendit resmi mengumumkan integrasi dengan Dragonpay, yaitu sebuah platform pembayaran alternatif terkemuka yang berasal dari negara tetangga, Filipina.

Kerja sama ini sebenarnya bukanlah hal yang benar-benar baru bagi kedua belah pihak. Menurut laporan, kemitraan strategis di antara keduanya sudah dimulai sejak Agustus 2021, ketika Xendit melakukan investasi strategis di Dragonpay, dan kini hubungan tersebut berkembang menjadi sebuah integrasi yang jauh lebih penuh.

Bagi para pedagang, integrasi ini membawa manfaat yang cukup nyata dan langsung terasa. Berdasarkan informasi yang tersedia, para pedagang Dragonpay kini dapat mengakses platform Xendit secara lengkap, termasuk ratusan metode pembayaran, fitur pencairan dana, pembayaran lintas negara, hingga berbagai layanan pembiayaan.

Jejak di seluruh Asia Tenggara

Ekspansi ke Filipina sejatinya hanyalah satu bagian kecil dari gambaran yang jauh lebih luas. Menurut laporan, dalam beberapa tahun terakhir Xendit telah memperluas jangkauannya secara cukup agresif, termasuk dengan mengakuisisi penuh sebuah perusahaan bernama Payex yang berasal dari Malaysia pada tahun 2025.

Sebelum itu pun, perusahaan ini sudah melebarkan sayapnya ke berbagai pasar lain di kawasan. Berdasarkan informasi yang tersedia, Xendit kini disebut beroperasi di sejumlah negara, mulai dari Indonesia, Filipina, dan Malaysia, hingga Thailand, Vietnam, Singapura, dan bahkan sampai ke Hong Kong.

Skala yang mengesankan

Angka-angka di balik perusahaan ini memberikan gambaran yang jelas tentang betapa besarnya peran mereka. Menurut laporan, Xendit merupakan salah satu dari sekian sedikit unicorn asal Indonesia, yaitu istilah untuk perusahaan rintisan yang nilainya telah menembus angka satu miliar dolar Amerika Serikat.

Volume kegiatan operasionalnya pun terbilang sangat besar. Menurut laporan, setiap tahunnya platform ini disebut memproses pembayaran dengan nilai lebih dari 70 miliar dolar Amerika Serikat dan menangani lebih dari 500 juta transaksi, sebuah skala yang jelas menempatkannya di jajaran teratas kawasan.

Dukungan investor global

Pertumbuhan yang sepesat ini tentu saja tidak mungkin terjadi tanpa adanya suntikan dana yang besar. Menurut laporan, secara keseluruhan Xendit telah berhasil mengumpulkan pendanaan sekitar 538 juta dolar Amerika Serikat, dengan dukungan dari sejumlah investor global ternama seperti Tiger Global, Coatue, hingga Insight Partners.

Apa artinya bagi Indonesia

Kisah Xendit sebenarnya jauh lebih besar daripada sekadar cerita tentang satu perusahaan yang kebetulan sukses. Ia menunjukkan dengan jelas bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar yang besar bagi teknologi asing, tetapi juga mampu melahirkan perusahaan yang justru mengekspor inovasinya ke seluruh kawasan.

Meski sebagian besar dari kita mungkin tidak akan pernah membuka aplikasinya secara langsung, pengaruh Xendit tetap terasa dalam banyak transaksi yang kita lakukan setiap hari. Perusahaan ini menjadi pengingat bahwa terkadang, teknologi yang paling penting justru adalah teknologi yang bekerja tanpa pernah benar-benar terlihat.

3 responses
Lestari Nugroho1 week ago

Mengikuti Xendit dan ini membantu.

4
Andi Gunawan2 weeks ago

Analisis yang solid soal Xendit.

3
Budi Maulana1 week ago

Pandangan berimbang soal Xendit.

2
Bagus Putra
Follow this desk
Bagus Putra
Create a free account to follow Bagus Putra. New stories land in your feed, and you can save any of them to your own reading lists.
Your library & lists →
Bagus Putra
WRITTEN BY THE AUTHOR
Bagus Putra 2026-09-01 · 3 min read · 404 reads
View profile →
VERIFY THIS STORY
ASK AI
Bagus Putra Keep following Bagus PutraHer next filing reaches you the moment it publishes, on her own subdomain.
Up next
More
Statistics Search Become a creator Alliances About Terms Privacy