avalw
⚲
Indonesia genjot kecerdasan buatan: pusat data raksasa di Batam dan model bahasa Sahabat-AI TECH · ID

Indonesia genjot kecerdasan buatan: pusat data raksasa di Batam dan model bahasa Sahabat-AI

Bagus Putra Bagus Putra bagusputra.avalw.com · 3.2k reads Respect0 Save Share Read only
READS779live count PUBLISHED12 Sept2026 READING TIME3 min594 words LANGUAGEIndonesian
AI CITATIONS? Gathering data

Indonesia mempercepat langkah di bidang kecerdasan buatan lewat investasi pusat data raksasa dan model bahasa buatan dalam negeri. Menurut laporan, proyek di Batam akan menampung ratusan ribu chip Nvidia, sementara Sahabat-AI memperkuat kedaulatan digital.

ALSO ON THE CREATOR SITERead this on bagusputra.avalw.comOpen

Indonesia semakin serius menggarap sektor kecerdasan buatan, dengan menggabungkan investasi besar di bidang infrastruktur komputasi dan pengembangan model bahasa buatan dalam negeri. Menurut laporan, langkah ini mencakup pembangunan pusat data berskala raksasa serta peluncuran model bahasa lokal, yang bersama sama diarahkan untuk memperkuat kedaulatan digital dan daya saing negara di kawasan.

Peta Jalan AI Nasional

Landasan dari upaya ini adalah kebijakan negara yang cukup jelas. Menurut laporan, Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional yang dipimpin Kementerian Komunikasi dan Digital menetapkan prioritas untuk periode 2025 hingga 2029, serta selaras dengan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial untuk kurun 2020 hingga 2045, dalam rangka mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Investasi pusat data raksasa

Indonesia membangun infrastruktur komputasi besar untuk mendukung ambisinya di bidang kecerdasan buatan.
Indonesia membangun infrastruktur komputasi besar untuk mendukung ambisinya di bidang kecerdasan buatan.

Salah satu sorotan terbesar adalah pembangunan pusat data di Batam. Menurut laporan yang mengutip pemberitaan Bloomberg, perusahaan Firmus Technologies bersama DayOne yang berbasis di Singapura akan membangun pusat data kecerdasan buatan berkapasitas 360 megawatt di pulau Batam, dalam kerangka kemitraan selama delapan tahun dengan Nvidia.

Skala proyek tersebut sangat besar dari sisi perangkat keras. Menurut laporan, fasilitas di Batam direncanakan menampung hingga 170 ribu unit chip pemroses kecerdasan buatan dari Nvidia, dengan pengiriman perangkat yang diperkirakan berlangsung sepanjang tahun 2027 dan 2028, sementara operasi awal ditargetkan mulai pada tahun 2027.

Di balik proyek ini terdapat dukungan finansial yang kuat. Menurut laporan, DayOne yang menjadi salah satu mitra pembangunan disebut memperoleh putaran pendanaan senilai sekitar 2 miliar dolar yang terkait dengan pertumbuhan pusat data, dengan dukungan dari investor seperti Coatue Management dan SoftBank, meski rincian alokasi khusus untuk Batam belum sepenuhnya diungkap.

Proyek ini menjadi bagian dari gelombang investasi yang lebih luas. Menurut laporan, Indonesia disebut tengah menyiapkan investasi pusat data yang nilainya bisa mencapai sekitar 20 miliar dolar, sementara Microsoft mengumumkan investasi sebesar 1,7 miliar dolar untuk infrastruktur komputasi awan dan kecerdasan buatan, dan Indosat menjalin kerja sama dengan Nvidia untuk pusat AI senilai 200 juta dolar.

Sahabat-AI, model bahasa berdaulat

Di sisi perangkat lunak, Indonesia mengembangkan model bahasanya sendiri. Menurut keterangan resmi GoTo, Sahabat-AI diperkenalkan oleh Indosat Ooredoo Hutchison bersama GoTo pada 14 November 2024 dalam ajang Indonesia AI Day, sebagai ekosistem model bahasa besar sumber terbuka yang dirancang khusus untuk Bahasa Indonesia dan bahasa bahasa daerah guna memperkuat kedaulatan digital.

Model ini dibangun di atas fondasi teknologi mutakhir. Menurut keterangan GoTo, pada tahap pertama Sahabat-AI hadir dalam ukuran 8 miliar dan 9 miliar parameter, dibangun menggunakan platform kecerdasan buatan Nvidia termasuk Nvidia NeMo, serta didukung oleh AI Singapore dan Tech Mahindra, dengan layanan komputasi awan berdaulat bernama GPU Merdeka.

Pengembangan model turut melibatkan dunia akademik. Menurut keterangan GoTo, kolaborasi riset Sahabat-AI mencakup Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Pertanian Bogor, sementara dari sisi penerapan, perusahaan Hippocratic AI disebut akan memanfaatkan model Sahabat-AI untuk layanan kesehatan di Indonesia.

Ekonomi digital yang besar

Ambisi ini ditopang oleh pasar digital yang sangat besar. Menurut laporan, ekonomi digital Indonesia mendekati angka 130 miliar dolar, dengan sekitar 229 juta pengguna internet yang tersebar di ribuan pulau dan total penduduk sekitar 284 juta jiwa, menjadikannya salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara.

Menuju kedaulatan digital

Benang merah dari seluruh langkah ini adalah gagasan kedaulatan digital. Menurut laporan, dengan memiliki infrastruktur komputasi di dalam negeri dan model bahasa yang dilatih pada data lokal, Indonesia berupaya mengurangi ketergantungan pada penyedia teknologi asing sekaligus memastikan bahwa data dan layanan penting tetap berada di bawah kendali dalam negeri.

Apa artinya

Secara keseluruhan, berbagai inisiatif tersebut menggambarkan negara yang ingin naik kelas di bidang kecerdasan buatan. Menurut laporan yang tersedia, perpaduan antara pusat data raksasa, model bahasa buatan dalam negeri, peta jalan nasional, dan pasar digital yang besar menempatkan Indonesia pada posisi menarik di kawasan, meski keberhasilannya akan sangat bergantung pada kemampuan mewujudkan rencana besar ini dalam beberapa tahun ke depan.

6 responses
Dimas Wibowo1 month ago

Tulisan yang sangat berguna soal Nvidia.

4
Hendra Maulana1 month ago

Banyak belajar soal Nvidia di sini.

4
Lestari Nugroho1 month ago

Analisis yang solid soal Nvidia.

1
Fajar Saputra1 month ago

Sepenuhnya.

0
Dewi Pratama1 month ago

Bagus katanya.

0
Bayu Santoso1 month ago

Saya juga berpikir begitu.

0
Bagus Putra
Follow this desk
Bagus Putra
Create a free account to follow Bagus Putra. New stories land in your feed, and you can save any of them to your own reading lists.
Your library & lists →
Bagus Putra
WRITTEN BY THE AUTHOR
Bagus Putra 2026-09-12 · 3 min read · 779 reads
View profile →
VERIFY THIS STORY
ASK AI
Bagus Putra Keep subscribing to Bagus PutraHer next filing reaches you the moment it publishes, on her own subdomain.
Up next
More
Statistics Search Become a creator Alliances About Terms Privacy