Menurut data Katadata, IHSG menguat 1,82 persen sepanjang pekan 31 Agustus hingga 4 September 2026 dan ditutup di level 6.636 poin. Investor asing mencatat net buy Rp2,31 triliun, dengan saham perbankan BBRI, BMRI, dan BBCA sebagai penggerak utama.
Pasar modal Indonesia menutup pekan pertama September 2026 dengan catatan yang positif. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berhasil menguat sepanjang pekan, ditopang oleh aksi beli investor asing serta penguatan sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan yang menjadi motor utama pergerakan indeks pada periode tersebut.
Dalam artikel ini, kita akan mengulas kinerja IHSG sepanjang pekan 31 Agustus hingga 4 September 2026, aksi beli investor asing, saham-saham yang menjadi penggerak maupun pemberat, serta lonjakan volume transaksi di Bursa Efek Indonesia. Seluruh data yang disajikan merujuk pada laporan yang dipublikasikan oleh Katadata.
IHSG menguat sepekan
Menurut data yang dihimpun Katadata, sepanjang pekan 31 Agustus hingga 4 September 2026, IHSG tercatat menguat sebesar 1,82 persen. Pada penutupan perdagangan Jumat, 4 September, indeks berada di level 6.636,475 poin, mencerminkan tren kenaikan yang cukup solid selama satu pekan perdagangan di bursa.
Selama sepekan tersebut, IHSG bergerak dalam rentang yang cukup lebar. Berdasarkan data Katadata, indeks sempat menyentuh titik terendah di level 6.476,175 dan mencapai titik tertinggi di 6.704,125. Pergerakan ini menunjukkan bahwa meski tren mingguan positif, fluktuasi harian di pasar tetap terjadi sepanjang pekan.
Aksi beli investor asing

Salah satu pendorong utama penguatan IHSG pekan ini adalah aksi beli investor asing. Menurut Katadata, sepanjang pekan tersebut investor asing mencatatkan pembelian bersih atau net buy senilai Rp2,31 triliun, yang menjadi salah satu faktor penting di balik naiknya indeks selama sepekan terakhir.
Secara rinci, data Katadata menunjukkan bahwa nilai pembelian saham oleh investor asing sepanjang pekan mencapai Rp32,58 triliun, sementara nilai penjualannya tercatat sebesar Rp30,27 triliun. Meski demikian, jika dihitung sepanjang tahun berjalan, investor asing masih membukukan net sell senilai Rp68,05 triliun.
Saham perbankan jadi penggerak
Dari sisi saham, sektor perbankan menjadi motor utama penguatan indeks. Berdasarkan data Katadata, saham BBRI memimpin kenaikan dengan penguatan 6,27 persen dan menyumbang 29,19 poin bagi indeks. Kenaikan ini menjadikan BBRI sebagai kontributor terbesar terhadap penguatan IHSG sepanjang sepekan.
Selain BBRI, dua saham bank besar lainnya juga turut mendorong indeks. Menurut Katadata, saham BMRI menguat 4 persen, sementara BBCA naik 3,47 persen. Ketiga saham perbankan tersebut secara bersama-sama tercatat menyumbang lebih dari 60 poin bagi kenaikan IHSG selama pekan tersebut.
Saham penopang dan pemberat lainnya
Di luar sektor perbankan, sejumlah saham lain juga memberikan kontribusi positif. Berdasarkan data Katadata, saham BUMI tercatat naik 10,53 persen, BELI melonjak 33,85 persen, dan CUAN menguat 16,05 persen, sehingga turut memberikan sokongan tambahan bagi pergerakan indeks sepanjang pekan.
Meski begitu, tidak semua saham bergerak positif. Menurut Katadata, saham BYAN menjadi pemberat terbesar dengan pelemahan 5,32 persen dan memangkas 12,63 poin dari indeks. Selain BYAN, saham VKTR dan EMAS juga tercatat menjadi beberapa saham yang menekan laju penguatan IHSG pekan ini.
Lonjakan volume transaksi
Selain pergerakan indeks, aktivitas perdagangan di bursa juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan data Katadata, rata-rata volume transaksi harian di Bursa Efek Indonesia melonjak 35,9 persen menjadi sekitar 48,99 miliar saham selama pekan tersebut, mencerminkan tingginya aktivitas pasar.
Menurut Katadata, pejabat BEI menyatakan bahwa rata-rata volume transaksi harian bursa mengalami peningkatan tertinggi sebesar 35,9 persen. Lonjakan volume ini mengindikasikan bahwa minat dan partisipasi para pelaku pasar terhadap perdagangan saham sedang berada pada level yang tergolong cukup tinggi.
Apa yang perlu dicermati
Bagi para investor, kombinasi antara penguatan indeks, aksi beli investor asing, dan lonjakan volume transaksi merupakan sinyal yang menarik untuk dicermati. Namun demikian, posisi net sell asing sepanjang tahun berjalan mengingatkan bahwa arah aliran dana asing masih perlu terus dipantau dengan saksama ke depan.
Secara keseluruhan, IHSG menutup pekan pertama September 2026 dengan penguatan yang ditopang oleh saham-saham perbankan dan aksi beli investor asing. Yang menjadi perhatian selanjutnya adalah apakah tren positif ini dapat berlanjut pada pekan-pekan berikutnya, di tengah dinamika pasar yang terus bergerak setiap harinya.
Analisis yang solid soal net buy.
Tulisan yang sangat berguna soal net buy.
Banyak belajar soal net buy di sini.
Sangat benar.
Sangat benar.

Keep following Indra PermanaHer next filing reaches you the moment it publishes, on her own subdomain.
Follow